-
Makalah Testing dan Implementasi System
Makalah
Testing
dan Implementasi Sistem
Dosen : Gustina,S.Kom, M.TI
Disusun Oleh :
Desi Supriyani 1311119
Lia Sari Gaits Skill 1311122
Muhammad Budi Yanto 1311098
Rani YuliAni 1311086
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
JURUSAN SISTEM INFORMASI
STMIK SURYA INTAN KOTABUMI
LAMPUNG UTARA
2016
KATA PENGANTAR
Puji Syukur Kami panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa, karena atas Rahmat-Nyalah kami dapat menyelesaikan Tugas
Mandiri ini. Tugas Mandiri ini kami buat untuk memenuhi tugas mata kuliah
Testing dan Implementasi
Sistem.
Dalam menyusun Tugas Mandiri ini, kami telah
berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai kesempurnaan. Namun kemampuan dan
pengetahuan yang masih dangkal dan terbatas sehingga mungkin dalam penyusunan
Tugas Mandiri ini masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan, baik dari segi
penulisan maupun penggunaan bahasa. Kami sangat mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun dari pembaca sekalian, terutama dari Ibu Gustina, S.Kom, M.TI selaku dosen mata kuliah ini. Sebelum dan
sesudahnya kami ucapkan Terima Kasih.
Semoga Tugas Mandiri ini dapat memberikan manfaat dan
sumber informasi bagi pembaca sekalian serta dapat memenuhi pengambilan nilai
mata kuliah yang bersangkutan pada semester ganjil ini.
Kotabumi, Oktober
2016
penyusun
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................................................i
DAFTAR
ISI...........................................................................................................................................ii
BAB
I PENDAHULUAN........................................................................................................................1
1.1Latar Belakang Masalah...............................................................................................................
2.1Teori Dan Landasan Masalah......................................................................................................
3.1Rumusan Masalah........................................................................................................................
BAB II
PEMBAHASAN.........................................................................................................................2
2.1 Definisi Testing Implementasi....................................................................................................
2.2 Defini Sederhana Kualitas..........................................................................................................3
2.3 Hubungan
Testing dan Kualitas..........................................................................................4
2.4 Faktor
Kualitas Secara Umum................................................................................................
2.5 Kualiatas Software Penting Bagi
Organisasi Software...............................................................5
2.6 Tujuan
Testing............................................................................................................................
2.7 Objektivitas
Testing....................................................................................................................
2.8 Misi
Dari Tim Testing................................................................................................................
2.9 Psikologi
Testing........................................................................................................................6
2.10 Prinsip-Prinsip
Testing................................................................................................................
BAB III
PENUTUP...............................................................................................................................iii
3.1 Kesimpulan.................................................................................................................................
3.2 Saran...........................................................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA.............................................................................................................................iv
BAB I
Definisi software berkualitas adalah
software yang bebas error dan bug secara obyektif, tepat waktu dan dana, sesuai
dengan kebutuhan atau keinginan dan dapat dirawat (maintainable).
Adapun teori dan landasan di dalam penulisan Makalah kami
ini adalah sebagai berikut :
1.
Definisi
testing implementasi dan definisi sederhana kualitas
2.
Hubungan
testing dan kualitas,faktor kualitas secara umum
3.
Kualitas
software penting bagi organisasi software
4.
Objectivitas,misi,psikologi
testing
5.
Prinsip-prinsip
testing
Dari uraian di atas kami akan semaksimal mungkin untuk
menjelaskan definisi – definisi dan prinsip-prinsip testing.
Berdasarkan Penjelasan Latar
belakang di atas di dalam Penulisan Makalah, akan kami angkat permasalahan,
yang terdapat mengenai isi di dalam
makalah yang tercantum di bawah ini :
1.
Definisi
testing implementasi dan Definisi sederhana kualitas
2.
Hubungan
testing dan kualitas,Faktor kualitas secara umum
3.
Kualitas
software penting bagi organisasi software
4.
Objectivitas,Misi,Psikologi
Testing,Prinsip-prinsip Testing.
BAB II
PEMBAHASAN
Testing dan Implementasi Sistem
2.1 Definisi Testing
Beberapa definisi tentang testing:
1. Menurut Hetzel 1973:
Testing adalah proses pemantapan kepercayaan akan kinerja program atau sistem
sebagaimana yang diharapkan.
2. Menurut Myers 1979:
Testing adalah proses eksekusi program atau sistem secara intens untuk
menemukan error.
3. Menurut Hetzel 1983 (Revisi):
Testing adalah tiap aktivitas yang digunakan untuk dapat melakukan evaluasi
suatu atribut atau kemampuan dari program atau sistem dan menentukan apakah
telah memenuhi kebutuhan atau hasil yang diharapkan.
4. Menurut Standar ANSI/IEEE 1059:
Testing adalah proses menganalisa suatu entitas software untuk mendeteksi
perbedaan antara kondisi yang ada dengan kondisi yang diinginkan (defects /
errors / bugs) dan mengevaluasi fitur-fitur dari entitas software.
Beberapa pandangan praktisi tentang
testing, adalah sebagai berikut:
·
Melakukan
cek pada program terhadap spesifikasi.
·
Menemukan
bug pada program.
·
Menentukan
penerimaan dari pengguna.
·
Memastikan
suatu sistem siap digunakan.
·
Meningkatkan
kepercayaan terhadap kinerja program.
·
Memperlihatkan
bahwa program berkerja dengan benar.
·
Membuktikan
bahwa error tidak terjadi.
·
Mengetahui
akan keterbatasan sistem.
·
Mempelajari
apa yang tak dapat dilakukan oleh sistem.
·
Melakukan
evaluasi kemampuan sistem.
·
Verifikasi
dokumen.
·
Memastikan
bahwa pekerjaan telah diselesaikan.
Berikut
ini adalah pengertian testing yang dihubungkan dengan proses verifikasi dan
validasi software: Testing software adalah proses mengoperasikan software dalam
suatu kondisi yang di kendalikan, untuk (1) verifikasi apakah telah berlaku
sebagaimana telah ditetapkan (menurut spesifikasi), (2) mendeteksi error, dan
(3) validasi apakah spesifikasi yang telah ditetapkan sudah memenuhi keinginan
atau kebutuhan dari pengguna yang sebenarnya.
·
Verifikasi adalah pengecekan atau pengetesan
entitas-entitas, termasuk software, untuk pemenuhan dan konsistensi dengan
melakukan evaluasi hasil terhadap kebutuhan yang telah ditetapkan. (Are we
building the system right ?)
·
Validasi
melihat kebenaran sistem, apakah
proses yang telah ditulis dalam spesifikasi adalah apa yang sebenarnya
diinginkan atau dibutuhkan oleh pengguna. (Are we building the right system?)
- Deteksi error: Testing seharusnya
berorientasi untuk membuat kesalahan secara intensif, untuk menentukan
apakah suatu hal tersebut terjadi bilamana tidak seharusnya terjadi atau
suatu hal tersebut tidak terjadi dimana seharusnya mereka ada.
Schema Waterfall
Gambar
1.1 Schema Waterfall
Dari
beberapa definisi di atas, dapat kita lihat akan adanya banyak perbedaan
pandangan dari praktisi terhadap definisi testing. Testing merupakan aktifitas
pengumpulan informasi yang dibutuhkan untuk melakukan evaluasi efektifitas
kerja.Jadi tiap aktifitas yang digunakan dengan obyektifitas untuk menolong
kita dalam mengevaluasi atau mengukur suatu atribut software dapat disebut
sebagai suatu aktifitas testing. Termasuk di dalamnya review, walk-through,
inspeksi, dan penilaian serta analisa yang ada selama proses pengembangan.
Dimana tujuan akhirnya adalah untuk mendapatkan informasi yang dapat diulang
secara konsisten (reliable) tentang hal yang mungkin sekitar software dengan
cara termudah dan paling efektif, antara lain:
·
Apakah
software telah siap digunakan?
·
Apa
saja resikonya?
·
Apa
saja kemampuannya?
·
Apa
saja keterbatasannya?
·
Apa
saja masalahnya?
·
Apakah
telah berlaku seperti yang diharapkan?
2.2 Definisi Sederhana Kualitas
Berikut
ini beberapa definisi sederhana tentang kualitas:
1. Menurut CROSBY:
Kualitas adalah pemenuhan terhadap kebutuhan.
2. Menurut ISO-8402:
Kualitas adalah keseluruhan dari fitur yang menjadikan produk dapat memuaskan
atau dipakai sesuai kebutuhan dengan harga yang terjangkau.
3. Menurut W.E. Perry:
Kualitas adalah pemenuhan terhadap standar.
4. Menurut R. Glass:
Kualitas adalah tingkat kesempurnaan.
2.3 Hubungan Testing dan Kualitas
Definisi
software berkualitas adalah software yang bebas error dan bug secara obyektif,
tepat waktu dan dana, sesuai dengan kebutuhan atau keinginan dan dapat dirawat (maintainable).
Pengertian
kata obyektif adalah suatu proses pembuktian yang terstruktur, terencana dan
tercatat / terdokumentasi dengan baik.Pendekatan yang obyektif sangat
diperlukan karena kualitas adalah suatu hal yang tidak nyata dan subyektif. Ia
tergantung pada pelanggan dan hal-hal lain yang mempengaruhinya secara
keseluruhan.
Pelanggan
pada proyek pengembangan software dapat meliputi pengguna akhir (end-users),
tester dari pelanggan, petugas kontrak dari pelanggan, pihak manajemen dari
pelanggan, pemilik saham, reviewer dari majalah, dan lain-lain, dimana tiap
tipe pelanggan akan mempunyai sudut pandang sendiri terhadap kualitas.
Testing
membuat kualitas dapat dilihat secara obyektif, karena testing merupakan
pengukuran dari kualitas software. Dengan kata lain testing berarti
pengendalian kualitas (Quality Control - QC), dan QC mengukur kualitas produk,
sedangkan jaminan kualitas (Quality Assurance – QA) mengukur kualitas proses
yang digunakan untuk membuat produk berkualitas.
2.4 Faktor
Kualitas Secara Umum
Faktor-faktor
kualitas software secara umum dapat dibedakan menjadi tiga faktor, yaitu
fungsionalitas, rekayasa, dan adaptabilitas. Berikut contoh yang
mengilustrasikan beberapa faktor-faktor komponen yang sering digunakan:
1. Fungsionalitas (Kualitas Luar)
· Kebenaran (Correctness)
· Reliabilitas (Reliability)
· Kegunaan (Usability)
· Integritas (Integrity)
2. Rekayasa (Kualitas Dalam)
· Efisiensi (Efficiency)
· Testabilitas (Testability)
· Dokumentasi (Documentation)
· Struktur (Structure)
3.
Adaptabilitas
(Kualitas ke Depan)
· Fleksibilitas (Flexibility)
· Reusabilitas (Reusability)
· Maintainabilitas (Maintainability)
Karena
itu testing yang bagus harus dapat mengukur semua faktor-faktor yang
berhubungan, yang tentunya tiap faktor komponen akan mempunyai tingkat
kepentingan berbeda-beda antar satu aplikasi dengan aplikasi yang lain.
Contohnya
pada sistem bisnis yang umum komponen faktor kegunaan dan maintainabilitas
merupakan faktor-faktor kunci, dimana untuk program yang bersifat teknik
mungkin tidak menjadi faktor kunci.Jadi agar testing dapat sepenuhnya efektif,
maka harus dijalankan untuk melakukan pengukuran tiap faktor yang berhubungan
dan juga menjadikan kualitas menjadi nyata dan terlihat.
2.5 Kualitas Software Penting bagi
Organisasi Software Kualitas software
Dipengaruioleh biaya dan jadual
disebabkan kemampuan rekayasa software dari pihak pengembang yang tak
mencukupi, dan kemampuan pelanggan yang sangat kurang (bahkan tak mampu) untuk
memberikan spesifikasi kebutuhan dari sistem. Organisasi software harus melakukan
proses analisa, evaluasi dan pengembangan yang berkesinambungan agar software
yang semakin efektif, efisien, terukur,terkendali dan dapat diulang secara
konsisten dalam menghasilkan suatu produk (software) yang berkualitas, tepat
waktu dan pendanaan.
2.6 Tujuan Testing
Secara umum objektivitas
dari testing adalah untuk melakukan verifikasi, validasi, dan deteksi error
untuk menemukan masalah dan tujuan dari penemuan ini adalah untuk
membenarkannya.
2.7 Objektivitas Testin / Tujuan Testing
·
Meningkatkan
kepercayaan bahwa sistem dapat digunakan dengan resiko yang dapat di terima
·
menyediakan
informasi yang dapat mencegah terulangnya error yang pernah terjadi
·
menyediakan
informasi yang dapat membantu untuk deteksi error secara dini
·
mencari
error dan kelemahan atau keterbatasan system
·
mencari
sejauh apa kemampuan dari system
·
menyediakan
informasi untuk kualitas dari produk software
2.8 Misi Team Testing
Jika melakukan sebuah testing, tidak
dapat secara maksimal jika kita melakukannya dengan sendiri saja. Dibutuhkan
sebuah team yang baik,mampu saling padu bekerja sama untuk melakukan testing
dengan baik. Terdapat beberapa misi penting selain mencari kesalahan atau error
dari sebuah aplikasi yaitu:
·
Misi
dari tim testing tidak hanya melakukan testing, tapi juga untuk membantu
meminimalkan resiko kegagalan proyek
·
Tester
tidak melakukan pembenahan atau pembetulan kode
·
Tester
adalah individu yang memberikan hasil pengukuran dari kualitas produk
·
Tester
sering digabungkan dengan User (RAD)
·
Skill
komunikasi juga diperlukan untuk seorang Tester untuk dapat menginformasikan
kepada Debugger dengan baik,biasanya alat komunikasinya menggunakan template.
v
Schema antara Tester dan
Debugger
Gambar
1.2 Schema antara Tester dan Debugger
v *Tester
adalah individu yang memberikan hasil pengukuran dari kualitas produk. Seorang
pengembang bertugas membangun tetapi tester justru lebih berusaha untuk
menghancurkan.
2.9
Psikologi Testing
Tester
mempunyai Sifat Destruktif , sedangkan pengembang atau Developer
bersifatKonstruktif.
2.10 Prinsip - Prinsip Testing
1.
Tidak dapat terpenuhi (komplit)
==> Karena banyaknya kombinasi test yang amat besar dan luas.
- Domain masukan
- Kompleksitas
- Jalur program
2.
Testing merupakan pekerjaan yang
memiliki tingkat kesulitan tinggi dan dibutuhkan kreatifitas
- Agar mampu melakukan testing dengan baik dibutuhkan
pengenalan dan pemahaman terhadap sistem itu sendiri.
- Sistem yang ditesting tidak mudah dan sederhana, jadi
dibutuhkan kreatifitas, pengetahuan bisnis, pengetahuan testing, dan
metodologi testing agar mampu melakukan testing dengan baik.
3.
Mencegah terjadinya kesalahan
- Dalam proses testing, tidak hanya dilakukan proses
pengembangan semata.
- Hasil - hasil testing yang telah dihasilkan
diasosiasikan pada tiap fase pengembangannya.
4.
Penanganan resiko
- Sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan proses
testing dapat diukur dari skala prioritas, kompleksitas, dan kesulitan
testing yang ada.
- Biaya keterlambatan pengiriman produk.
- Kemungkinan munculnya atau terdapatnya cacat.
- Biaya yang disebabkan oleh cacat
5.
Perencanaan yang baik
- Untuk menjaga alur dari proses testing agar nantinya
tidak menyimpang dari apa tujuan awal yang telah ditetapkan.
- Untuk menjaga kesesuaian penggunaan sumber daya yang
ada dan jadwal proyek yang telah ditetapkan.
- Untuk membuat test case yang baik, sehingga dengan
menetapkan apa hasil yang akan diharapkan tester yang nantinya akan
melakukan test tersebut.
6.
Membutuhkan Independensi
- Jika membutuhkan pengukuran yang berbeda atau tidak
biasa dibutuhkan penunjang yang berbeda pula yaitu tester yang tidak
biasa.
- Tester independen juga dikatakan sebagai pengamat yang
tidak biasa dan mengukur kualitas software secara akurat.
- Testing harus dilakukan oleh pihak ke - 3.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Testing adalah proses menganalisa
suatu entitas software untuk mendeteksi perbedaan antara kondisi yang ada
dengan kondisi yang diinginkan (defects / errors / bugs) dan mengevaluasi
fitur-fitur dari entitas software. (Standar ANSI/IEEE 1059)
Karena
itu testing yang bagus harus dapat mengukur semua faktor-faktor yang
berhubungan, yang tentunya tiap faktor komponen akan mempunyai tingkat
kepentingan berbeda-beda antar satu aplikasi dengan aplikasi yang lain.
Contohnya pada sistem bisnis yang umum komponen faktor kegunaan dan
maintainabilitas merupakan faktor-faktor kunci, dimana untuk program yang
bersifat teknik mungkin tidak menjadi faktor kunci.Jadi agar testing dapat
sepenuhnya efektif, maka harus dijalankan untuk melakukan pengukuran tiap
faktor yang berhubungan dan juga menjadikan kualitas menjadi nyata dan terlihat.
3.2 Saran
Demikian
artikel yang penulis buat semoga pembaca dapat memahami maksud dan makna dari
artikel ini.
DAFTAR PUSTAKA